Pelepasan Santri Akhir Daarut Tarmizi Angkatan Pertama: Menorehkan Sejarah, Mengawali Peradaban

Pelepasan Santri Akhir Daarut Tarmizi Angkatan Pertama: Menorehkan Sejarah, Mengawali Peradaban

Daarut tarmizi, 15 Juni 2026 – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Aula Pondok Pesantren Daarut Tarmizi dalam acara Pelepasan Santri Akhir SMP dan SMA Angkatan Pertama Tahun Pelajaran 2025/2026. Momentum bersejarah ini menjadi tonggak penting bagi pesantren, karena untuk pertama kalinya melepas para santri yang telah menyelesaikan pendidikan mereka setelah menempuh perjalanan panjang dalam menuntut ilmu, membangun karakter, dan mengasah keterampilan hidup.

Acara yang dihadiri oleh pengasuh pesantren, dewan asatidz, wali santri, serta seluruh keluarga besar Daarut Tarmizi berlangsung dengan penuh khidmat. Berbagai pesan, doa, dan motivasi disampaikan sebagai bekal bagi para santri untuk melanjutkan perjalanan menuju masa depan yang lebih gemilang.

Pesan Pengasuh : Terus Bertumbuh dan Bermanfaat

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tarmizi, Ust. Muhammad Nasihin Karimullah, M.Pd., menyampaikan pesan mendalam kepada para santri yang akan kembali ke tengah masyarakat.

"Silakan berkembang di lingkungan masing-masing. Teruslah bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan jadilah manusia yang bermanfaat bagi masyarakat. Ilmu yang telah diperoleh di pesantren hendaknya menjadi bekal untuk memberikan manfaat yang luas bagi umat."

Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan seorang santri tidak hanya diukur dari banyaknya ilmu yang dimiliki, tetapi juga dari sejauh mana ilmu tersebut mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Ungkapan Terima Kasih dari Perwakilan Santri

Mewakili seluruh santri akhir, Jocky Maulana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh asatidz yang telah membimbing mereka selama menempuh pendidikan di Daarut Tarmizi.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh asatidz yang telah berjuang keras membimbing kami. Di pesantren ini kami tidak hanya diajarkan ilmu agama, tetapi juga diajarkan arti kehidupan, bagaimana membangun karakter, mengelola usaha dan bisnis, serta berbagai keterampilan yang akan menjadi bekal kami di masa depan."

Pernyataan tersebut disambut haru oleh para hadirin yang menyaksikan bagaimana proses pendidikan di pesantren telah membentuk para santri menjadi pribadi yang lebih matang dan siap menghadapi tantangan kehidupan.

Wali Santri Apresiasi Perjuangan Para Guru

Sementara itu, perwakilan wali santri, Bapak M. Fajar, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh dewan guru dan asatidz yang telah mendidik putra-putri mereka dengan penuh keikhlasan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh asatidz atas dedikasi dan pengorbanannya dalam mendidik anak-anak kami. Kami meyakini bahwa ridha guru merupakan salah satu ridha yang mustajab setelah ridha orang tua. Semoga seluruh guru diberikan keberkahan dan balasan terbaik oleh Allah SWT."

Beliau juga berharap para lulusan tetap menjaga adab, akhlak, dan nilai-nilai yang telah ditanamkan selama berada di pesantren.

Motivasi: Menjadi Generasi Pelopor yang Dicatat Sejarah

Pada sesi motivasi, Dr. H. Tarmizi As Shidiq, M.Ag. menyampaikan pesan yang menggugah semangat para santri. Beliau mengingatkan bahwa setiap lembaga besar selalu memiliki sejarah tentang generasi pertamanya.

"Di balik bangunan yang megah, program yang berkembang, dan jumlah santri yang terus bertambah, selalu ada sekelompok orang yang terlebih dahulu mengambil langkah meskipun jalannya belum sepenuhnya terlihat. Mereka adalah para pelopor."

Beliau menegaskan bahwa santri angkatan pertama Daarut Tarmizi bukan hanya sekadar lulusan, tetapi bagian dari sejarah yang akan selalu dikenang.

"Kalian adalah generasi yang mengawali perjalanan ini, membangun tradisi, dan menorehkan jejak pertama yang akan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi setelah kalian."

Pesan tersebut menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus membawa nama baik pesantren di mana pun mereka berada.

Menikmati Proses Menuju Cita-Cita

Menambah semangat para santri, Aaisy, putra dari Dr. H. Tarmizi As Shidiq, turut memberikan pesan inspiratif.

"Jangan terburu-buru dalam mencari ilmu. Jalani dengan tenang, nikmati setiap prosesnya, dan terus istiqamah dalam belajar. Siapa tahu di antara kita semua ada yang kelak diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan hingga ke Universitas Islam Madinah."

Pesan sederhana tersebut mengajarkan bahwa kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dijalani dengan kesabaran dan kesungguhan.

Menutup Babak, Membuka Perjalanan Baru

Pelepasan santri akhir SMP dan SMA Daarut Tarmizi angkatan pertama bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas. Para lulusan kini membawa amanah untuk menjadi generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dengan doa dan restu para guru serta orang tua, generasi pertama Daarut Tarmizi melangkah meninggalkan pesantren dengan penuh optimisme. Mereka bukan hanya lulusan, tetapi pelopor yang telah menorehkan sejarah awal perjalanan Pondok Pesantren Daarut Tarmizi.

"Hari ini kalian dilepas sebagai santri akhir, namun nilai-nilai yang ditanamkan pesantren akan terus hidup dalam setiap langkah perjuangan kalian."