Jakarta, 9 September 2026 — Menjawab perubahan pola kehidupan dan tantangan pendidikan anak di era digital, Yayasan Daarut Tarmizi Indonesia menghadirkan Mahad Daarut Tarmizi Online (M-Data Online), sebuah model pendidikan yang membawa konsep mondok ke ruang keluarga: mondok di rumah, belajar tanpa batas.
M-Data Online resmi diperkenalkan pada Rabu, 9 September 2026, dalam rangkaian peluncuran yang diawali dengan seminar pendidikan secara daring. Seminar yang semula direncanakan berlangsung secara luring dialihkan menjadi online menyusul kondisi erupsi Gunung Krakatau.
Seminar menghadirkan H. Muhammad Iqbal, Ph.D. yang dalam pemaparannya menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendidik anak. Menurutnya, pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu pihak, tetapi membutuhkan sinergi antara lembaga pendidikan, orang tua, dan lingkungan.
Gagasan kolaborasi tersebut menjadi salah satu fondasi M-Data Online. Model pendidikan ini tidak menempatkan orang tua hanya sebagai penerima laporan perkembangan anak, tetapi menjadikannya mitra aktif dalam proses pendidikan.
Dalam sambutannya, Dr. H. Tarmizi As Shidiq, M.Ag., Pimpinan Daarut Tarmizi Indonesia, menjelaskan bahwa kehadiran M-Data Online bukan untuk menggantikan ataupun mengesampingkan pentingnya pendidikan konvensional.
“M-Data Online hadir bukan karena pendidikan konvensional tidak penting. M-Data Online hadir karena dunia anak telah berubah.”
Perubahan lingkungan belajar anak, perkembangan teknologi, serta semakin kuatnya pengaruh ruang digital menuntut hadirnya pendekatan pendidikan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai keagamaan, karakter, kedisiplinan, dan akhlak.
Melalui M-Data Online, sistem pembelajaran dirancang agar anak dapat belajar dari rumah secara terstruktur dan terpantau, dengan tetap melibatkan orang tua sebagai pendamping utama serta mendapatkan bimbingan dari guru. Dengan demikian, proses pendidikan tidak hanya berlangsung dalam ruang pembelajaran, tetapi juga mendapatkan penguatan melalui lingkungan keluarga.
Konsep ini sekaligus menjadi alternatif bagi orang tua yang menginginkan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter dengan nuansa serta nilai-nilai kepesantrenan, namun tetap memberikan kesempatan kepada anak untuk tumbuh dan belajar bersama keluarga di rumah.
Sementara itu, H. Rizki Aminullah, S.Si., M.M.Pd., Direktur M-Data Online, menambahkan bahwa M-Data Online telah menyiapkan sistem dan metode pembelajaran yang terintegrasi dalam platform DataQu.
Integrasi tersebut dirancang untuk memudahkan proses pembelajaran sekaligus mendukung pemantauan dan pendampingan perkembangan santri secara lebih sistematis. Melalui platform DataQu, santri, orang tua, dan guru dapat terhubung dalam satu ekosistem pembelajaran, sehingga proses belajar tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga mencakup pemantauan aktivitas, perkembangan, serta pendampingan santri secara berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, M-Data Online diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi pendidikan di era digital: memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan sentuhan pendidikan, menghadirkan pembelajaran dari rumah tanpa menghilangkan kedisiplinan, serta membangun generasi yang unggul secara akademik sekaligus kuat dalam iman, akhlak, dan karakter.